Selasa, 29 April 2014

Wisata ke Kawah Putih


Kawah Putih merupakan sebuah tempat wisata di kawasan Gunung Patuha, Bandung. Letaknya berada di area bandung selatan. Untuk menuju ke sini anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum.

Nah untuk wisata ke kawah putih ala backpacker dan ngeteng, saya akan tuliskan caranya sebagai berikut. :)
Pertama-tama, datanglah dulu ke kota Bandung, tepatnya ke terminal leuwipanjang. Ada banyak bus menuju bandung dan ada dua terminal utama yaitu cicaheum dan leuwipanjang. Jika anda tidak turun di terminal leuwipanjang, naiklah damri atau angkutan menuju terminal ini.

Jika dari cicaheum, naiklah damri jurusan cicaheum-leuwipanjang, tarifnya Rp3ribu, begitu pula dari dago atau ledeng, anda bisa naik damri ke leuwipanjang dengan tarif yang sama (kecuali naik bis damri ac). Adapun angkot yang melewati terminal ini diantaranya kalapa-soreang, kalapa-cibaduyut, cimahi-leuwipanjang. Silahkan pilih mau naik angkutan yang mana.

Jika anda dari stasiun bandung, anda bisa naik angkot dago-caringin ke arah caringin, lalu lanjut cimahi-leuwipanjang. Sebenarnya rutenya bisa bervariasi sih karena angkot bandung itu muter-muter, hehe. Atau anda bisa keluar dari stasiun melalui pintu selatan. Nanti anda berjalan menuju arah pasar baru. Dari sekitar pasar baru, anda bisa naik damri menuju leuwipanjang.

Jika sudah sampai di leuwipanjang, silahkan jalan ke arah dimana bus damri biasa menunggu penumpang/ngetem (kelihatan kok atau kalau tidak tahu bisa tanya ke orang yang terpercaya). Nanti di sekitar bus damri itu, tepatnya di sebelah kiri, ada elf atau minibus kecil warna hitam. Biasanya ada kenek yang promosi, "kawah putih, ciwidey".

Yep. Kita akan naik minibus/elf itu. Ongkosnya Rp10ribu (akhir 2013) sampai ke terminal Ciwidey. Lama perjalanan sekitar satu jam, karena saya agak lupa.
Dari terminal Ciwidey, anda bisa istirahat sambil makan, atau langsung melanjutkan perjalanan. Anda harus mencari angkot kuning. Nanti biasanya akan ada yang teriak, "kawah putih". Nah anda tinggal ikut angkot tersebut.  Setahu saya, angkot ini kadang ada yang tidak sampai ke kawah putih, apalagi kalau angkotnya sepi, jadi sebaiknya tanya supir angkotnya.
Ongkos naik angkot sampai kawah putih sekitar Rp10rb sekali jalan.

Kawah Putih
Setelah sampai di pintu masuk Kawah Putih, anda harus beli tiket masuk sebesar Rp15ribu. Lalu pilih transportasi untuk naik ke atas/puncak. Anda bisa naik angkot tadi (nyarter kalo penumpang sepi), naik ojek, atau naik ontang-anting. Ontang anting ini adalah kereta yang disediakan pihak pengelola untuk pengunjung yang tidak menggunakan kendaraan pribadi. Biaya naik ontang-anting ini Rp25ribu pp, cukup murah karena naiknya lumayan jauh. Namun ontang-anting ini tidak beroperasi setiap hari, biasanya hanya pada saat liburan, tanggal merah, atau weekend.

Jika naik ojek, tarifnya sekitar Rp30-40ribu pp, tergantung kecakapan anda menawar. Apabila carter angkot, hitungan perkepala bisa Rp20rb-30rb pp, bisa lebih murah kalo teman carternya banyak, tergantung tawar menawar dengan supirnya.
Jika sudah naik ke atas, silahkan menikmati pemandangan Kawah Putih yang cantik sekali.
Hati-hati dengan asapnya, pakailah masker untuk menghindari paparan uap belerang secara berlebih. Perhatikan keselamatan, dan tanyalah kepada petugas, lebih baik berkunjung sampai jam berapa untuk menghindari paparan bahaya dari belerang ini.

Selain Kawah Putih, anda bisa berkunjung ke Situ Patenggang yang juga cantik. Situ Patenggang merupakan sebuah situ/danau yang letaknya tidak terlalu jauh dari Kawah Putih. Sepanjang jalan menuju Situ Patenggang, kita akan disambut oleh hamparan kebuh teh yang cantik.
Hamparan kebun teh

Untuk mencapai Situ Patenggang, anda bisa naik angkot kuning atau ojek. Bila menggunakan angkot, tarifnya Rp5ribu-10ribu sekali jalan. Sedangkan untuk ojek, sepertinya lebih dari itu. Silahkan nego sendiri soal tarifnya.
Setelah sampai di Situ Patenggang, belilah tiket masuk. Saya lupa berapa harganya, tapi jauh lebih murah daripada kawah putih.

Situ Patenggang

Jika sudah masuk, anda bisa naik perahu menuju batu cinta. Ini maskotnya Situ Patenggang. Tidak menarik sih batunya buat saya, tapi keliling danaunya cukup menyenangkan! Selain itu di seberang danau tersebut ada hamparan kebun teh yang bisa anda jelajahi.

Pemandangan dari lokasi sekitar Batu Cinta
Untuk menyewa perahu dan menyeberang danau, anda bisa sewa satu perahu atau jika tidak mau sewa, anda harus menunggu sampai pemilik perahu mendapatkan cukup penumpang sekali jalan. Jadi tarifnya bisa bervariasi, jika perahu penuh mungkin tiap kepala hanya perlu membayar Rp10ribu, jika perahu cukup kosong, anda mungkin akan dikenakan tarif lebih mahal. Saran saya untuk para backpacker, pandai-pandailah mencari teman supaya bisa murah, hehehe.

Jika sudah puas menikmati Situ Patenggang, anda bisa membeli oleh-oleh di sekitar kios yang berderet atau penjual yang membawa dagangannya langsung. Anda bisa membeli buah segar seperti strawberry dan terong belanda. Pandai-pandailah menawar, karena menurut saya harganya sama saja. Tidak bisa dibilang murah juga. Mungkin karena sudah masuk kawasan wisata.

Kios penjual buah
Rute pulang yang diambil sama saja dengan rute berangkat. Anda kembali ke terminal ciwidey dengan menggunakan angkot lalu naik minibus/elf sampai leuwipanjang. Dan siap-siap saat naik elf ya, saran saya, kalau masih kosong naik saja supaya dapat tempat enak. Elf ini agak sadis dalam kriteria jumlah penumpang. Posisi menentukan kenyamanan anda selama kurang lebih satu-dua jam berikutnya. Oiya, hati-hati dengan jadwal, jangan sampai kemalaman ya, :). Amannya sih jam 3 atau 4 sudah sampai terminal ciwidey.
Sekian tulisan dari saya, semoga bermanfaat.

Selamat liburan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar