Untuk mencapai Pangandaran, Anda
bisa naik kendaraan pribadi, travel atau moda transportasi bus umum, bergantung
dimana anda memulai perjalanan. Bila menggunakan bis, Anda bisa naik dari terminal
terdekat di kota anda menuju pangandaran.
Apabila anda dari Bandung, anda
bisa naik travel 4848, pull nya bisa dicari di dekat stasiun bandung bagian
utara. Jika memilih transportasi bus, anda bisa naik bus dari terminal
Cicaheum. Dulu saya naik Budiman, ongkosnya kalau tidak salah sekitar Rp35ribu (2012). Lamanya perjalanan dari bandung sekitar 7-8 jam.
Saat anda memilih bus, anda akan
berangkat sekitar jam 19.30 dan sampai di pangandaran di pagi buta, sekitar
02.30. Anda bisa menunggu di sekitar terminal sampai pagi jika mau naik angkot.
Apabila ingin naik ojek, Anda bisa naik ojek yang standbay di sekitar terminal.
Atau minta dijemput jika ada kenalan/saudara. Jika anda tipe yang nekat dan
suka petualang, anda bisa ikut (alias nebeng) truk pasir yang di pagi buta
melewati terminal. Tentu saja, tetap hati-hati ya karena itu cukup berisiko.
Untuk yang tidak pernah melakukan, tidak disarankan.
Bila anda menunggu sampai pagi
atau menginap di sekitar terminal, anda bisa mengunjungi pantai pangandaran
yang letaknya tidak jauh dari terminal. Anda bisa naik ojek atau becak untuk
menuju ke sana. Bisa juga jalan kaki, namun jaraknya lumayan bikin pegel untuk
yang tidak suka jalan. Kalau dulu sih saya coba jalan kaki, hehe.
Saya sih tidak menyukai pantai
ini karena bisa dibilang ramai. Namun ya tidak apa-apa kalau mau main ke sini. Oiya,
jangan bayangkan pantai di daerah pangandaran berpasir putih ya. Hehehe.
Tempat wisata popular di
Pangadaran berada di sekitar Batu Karas. Saran saya, kalau mau mencari
penginapan di sekitar Batu Karas saja. Kisaran harga penginapan di sekitar Batu
Karas beragam, mulai dari Rp 150ribu saat weekday. Jika anda menginap di
sekitar terminal pangandaran, biayanya mungkin lebih murah tetapi jarak yang
akan anda tempuh ke tempat wisata tersebut cukup jauh.
Anda bisa menyewa motor/mobil
untuk pergi ke Grand Canyon atau Citumang. Untuk motor tarifnya sekitar Rp25ribu
(tahun 2012). Tidak ada angkutan umum ke tempat wisata tersebut. Jadi sewalah
kendaraan atau bisa juga naik ojek, yang pastinya jauh lebih mahal.
Jika Anda ingin mengunjungi Green
Canyon, saya sarankan datanglah di pagi hari dan masuklah tepat saat loket
sudah buka. Karena di pagi hari anda bisa jadi pengunjung pertama sehingga
merasa lebih bebas saat bermalas-malasan atau bermain di sekitar canyon (ini
tidak berlaku saat musim liburan sepertinya). Datanglah pagi-pagi, apalagi di
saat weekday, it’s really worthy. Anda akan lebih leluasa menikmati keindahan
green canyon. Biaya masuknya rasanya tidak terlalu mahal (kalau saya tidak
salah karena sudah lupa). Tapi itu baru tiket masuk. Anda harus menyewa perahu
untuk bisa sampai ke canyon. Biayanya mulai dari Rp100rb (tahun 2012) dan belum
termasuk tip. Anda bisa berbagi perahu dengan orang lain yang juga mau pergi ke
sana jika ingin menghemat biaya.
Jika sudah naik perahu,
nikmatilah Green Canyon mulai dari sungai-sungainya hingga sampai ke canyon. Jangan
lupa untuk terjun dari batu payung (kalau saya tidak lupa namanya, hehehe).
Lumayan membuat jantung berdebar!
Jika sudah puas bermain di green
canyon, anda bisa melanjutkan melakukan body rafting di sungai Citumang.
Airnya
bening sekali dan masih sangat alami (di tahun 2012). Saat saya ke sana,
jalannya masih tanah, hanya sebagian kecil yang sudah paving block. Harganya
juga masih sangat murah. Kalau tidak salah Rp15ribu.
Sebelum mulai body rafting,
biasanya kita akan diajak masuk goa. Anda akan ditawari untuk lompat dari
sebatang pohon yang melintang di atas kolam goa. Bagi yang bernyali, silahkan
mencobanya.
Setelah itu, anda bisa mulai body rafting menyusuri sungai Citumang
yang jerning dan alami. Kiri kanan sungai masih lebat dengan pepohonan. Terkadang
kita akan berenang bersama anak-anak sekitar yang suka main di sungai. Sangat
menyenangkan. Rasanya bisa melupakan sejenak kepenatan kita. Di akhir
perjalanan, anda akan melewati semacam saluran irigasi yang sempit.
Setelah lelah menyusuri sungai,
anda bisa mengisi perut di warung sekitar base camp body rafting. Bisa pesan
mie rebus, lotek, gorengan, jajanan lain dan minum tentunya. Harganya juga
lumayan miring.
Jika masih belum puas, anda bisa
mendatangi Pantai Batu Hiu atau Pantai Karang Nini di jalan pulang menuju kota
Pangandaran. Jauh lebih sepi dibanding pantai Pangandaran. Pemandangannya sih
sama-sama saja menurut saya. Namun di Pantai Batu Hiu, terdapat batu karang
yang dikatakan masyarakat setempat mirip hiu (kata saya sih tidak, hehehe).
Jika masih belum puas, anda bisa mengunjungi konservasi penyu di Pangandaran. Lembaga tersebut merupakan lembaga swadaya masyarakat.
Oiya, sebelum pulang anda juga
bisa memuaskan diri menikmati keindahan pantai Batu Karas. Di pantai ini, banyak
orang yang melakukan surfing, baik baru belajar atau sudah professional. Pantai
ini menurut saya pantai yang paling cantik dibandingkan yang lainnya (menurut
saya ya). Saya bilang begitu karena morfologi pantainya seperti cekungan/
teluk, dan ada wilayah seperti hutan yang mengelilinginya. Wilayahnya juga
tidak seramai pantai lain. Di sekitar wilayah ini juga ada pelabuhan ikan, anda
bisa membeli ikan segar atau ikan asin di sekitar sini. Jika ingin lebih murah
membeli ikan asin, bisa mengunjungi pasar Pangandaran di perjalanan pulang ke
arah kota. Menurut kakak saya sih lebih murah beli di pasar.
Untuk pulang ke kota
masing-masing, anda tinggal pulang susuri jalur pergi jika naik kendaraan
pribadi. Namun jika anda naik travel, anda bisa minta dijemput di penginapan. Jika
naik kendaraan umum, anda bisa kembali ke terminal bis Pangandaran. Perhatikan
jadwal berangkat, jangan lupa tanyakan jadwal keberangkatan bis baik untuk
pergi maupun pulang, karena jadwal bis di pangandaran untuk ke luar kota tidak
setiap jam ada.
Selamat liburan!













Tidak ada komentar:
Posting Komentar