Tampilkan postingan dengan label transportasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label transportasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 April 2014

WISATA PANGANDARAN

Pangandaran merupakan sebuah tempat wisata di kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Di Pangandaran, anda bisa mengunjungi beberapa tempat wisata menarik diantaranya Green Canyon, cube tubing di Citumang, dan beberapa pantai seperti Pantai Pangandaran, Pantai Batu Hiu, Pantai Karang Nini atau pantai di sekitar Batu Karas.


Untuk mencapai Pangandaran, Anda bisa naik kendaraan pribadi, travel atau moda transportasi bus umum, bergantung dimana anda memulai perjalanan. Bila menggunakan bis, Anda bisa naik dari terminal terdekat di kota anda menuju pangandaran.
Apabila anda dari Bandung, anda bisa naik travel 4848, pull nya bisa dicari di dekat stasiun bandung bagian utara. Jika memilih transportasi bus, anda bisa naik bus dari terminal Cicaheum. Dulu saya naik Budiman, ongkosnya kalau tidak salah sekitar Rp35ribu (2012). Lamanya perjalanan dari bandung sekitar 7-8 jam.
Saat anda memilih bus, anda akan berangkat sekitar jam 19.30 dan sampai di pangandaran di pagi buta, sekitar 02.30. Anda bisa menunggu di sekitar terminal sampai pagi jika mau naik angkot. Apabila ingin naik ojek, Anda bisa naik ojek yang standbay di sekitar terminal. Atau minta dijemput jika ada kenalan/saudara. Jika anda tipe yang nekat dan suka petualang, anda bisa ikut (alias nebeng) truk pasir yang di pagi buta melewati terminal. Tentu saja, tetap hati-hati ya karena itu cukup berisiko. Untuk yang tidak pernah melakukan, tidak disarankan.
Bila anda menunggu sampai pagi atau menginap di sekitar terminal, anda bisa mengunjungi pantai pangandaran yang letaknya tidak jauh dari terminal. Anda bisa naik ojek atau becak untuk menuju ke sana. Bisa juga jalan kaki, namun jaraknya lumayan bikin pegel untuk yang tidak suka jalan. Kalau dulu sih saya coba jalan kaki, hehe.
Saya sih tidak menyukai pantai ini karena bisa dibilang ramai. Namun ya tidak apa-apa kalau mau main ke sini. Oiya, jangan bayangkan pantai di daerah pangandaran berpasir putih ya. Hehehe.



Tempat wisata popular di Pangadaran berada di sekitar Batu Karas. Saran saya, kalau mau mencari penginapan di sekitar Batu Karas saja. Kisaran harga penginapan di sekitar Batu Karas beragam, mulai dari Rp 150ribu saat weekday. Jika anda menginap di sekitar terminal pangandaran, biayanya mungkin lebih murah tetapi jarak yang akan anda tempuh ke tempat wisata tersebut cukup jauh.
Anda bisa menyewa motor/mobil untuk pergi ke Grand Canyon atau Citumang. Untuk motor tarifnya sekitar Rp25ribu (tahun 2012). Tidak ada angkutan umum ke tempat wisata tersebut. Jadi sewalah kendaraan atau bisa juga naik ojek, yang pastinya jauh lebih mahal.
Jika Anda ingin mengunjungi Green Canyon, saya sarankan datanglah di pagi hari dan masuklah tepat saat loket sudah buka. Karena di pagi hari anda bisa jadi pengunjung pertama sehingga merasa lebih bebas saat bermalas-malasan atau bermain di sekitar canyon (ini tidak berlaku saat musim liburan sepertinya). Datanglah pagi-pagi, apalagi di saat weekday, it’s really worthy. Anda akan lebih leluasa menikmati keindahan green canyon. Biaya masuknya rasanya tidak terlalu mahal (kalau saya tidak salah karena sudah lupa). Tapi itu baru tiket masuk. Anda harus menyewa perahu untuk bisa sampai ke canyon. Biayanya mulai dari Rp100rb (tahun 2012) dan belum termasuk tip. Anda bisa berbagi perahu dengan orang lain yang juga mau pergi ke sana jika ingin menghemat biaya.


Jika sudah naik perahu, nikmatilah Green Canyon mulai dari sungai-sungainya hingga sampai ke canyon. Jangan lupa untuk terjun dari batu payung (kalau saya tidak lupa namanya, hehehe). Lumayan membuat jantung berdebar!



Jika sudah puas bermain di green canyon, anda bisa melanjutkan melakukan body rafting di sungai Citumang. 

Airnya bening sekali dan masih sangat alami (di tahun 2012). Saat saya ke sana, jalannya masih tanah, hanya sebagian kecil yang sudah paving block. Harganya juga masih sangat murah. Kalau tidak salah Rp15ribu.



Sebelum mulai body rafting, biasanya kita akan diajak masuk goa. Anda akan ditawari untuk lompat dari sebatang pohon yang melintang di atas kolam goa. Bagi yang bernyali, silahkan mencobanya. 



Setelah itu, anda bisa mulai body rafting menyusuri sungai Citumang yang jerning dan alami. Kiri kanan sungai masih lebat dengan pepohonan. Terkadang kita akan berenang bersama anak-anak sekitar yang suka main di sungai. Sangat menyenangkan. Rasanya bisa melupakan sejenak kepenatan kita. Di akhir perjalanan, anda akan melewati semacam saluran irigasi yang sempit.
Setelah lelah menyusuri sungai, anda bisa mengisi perut di warung sekitar base camp body rafting. Bisa pesan mie rebus, lotek, gorengan, jajanan lain dan minum tentunya. Harganya juga lumayan miring.
Jika masih belum puas, anda bisa mendatangi Pantai Batu Hiu atau Pantai Karang Nini di jalan pulang menuju kota Pangandaran. Jauh lebih sepi dibanding pantai Pangandaran. Pemandangannya sih sama-sama saja menurut saya. Namun di Pantai Batu Hiu, terdapat batu karang yang dikatakan masyarakat setempat mirip hiu (kata saya sih tidak, hehehe).

Jika masih belum puas, anda bisa mengunjungi konservasi penyu di Pangandaran. Lembaga tersebut merupakan lembaga swadaya masyarakat.


Oiya, sebelum pulang anda juga bisa memuaskan diri menikmati keindahan pantai Batu Karas. Di pantai ini, banyak orang yang melakukan surfing, baik baru belajar atau sudah professional. Pantai ini menurut saya pantai yang paling cantik dibandingkan yang lainnya (menurut saya ya). Saya bilang begitu karena morfologi pantainya seperti cekungan/ teluk, dan ada wilayah seperti hutan yang mengelilinginya. Wilayahnya juga tidak seramai pantai lain. Di sekitar wilayah ini juga ada pelabuhan ikan, anda bisa membeli ikan segar atau ikan asin di sekitar sini. Jika ingin lebih murah membeli ikan asin, bisa mengunjungi pasar Pangandaran di perjalanan pulang ke arah kota. Menurut kakak saya sih lebih murah beli di pasar.
Untuk pulang ke kota masing-masing, anda tinggal pulang susuri jalur pergi jika naik kendaraan pribadi. Namun jika anda naik travel, anda bisa minta dijemput di penginapan. Jika naik kendaraan umum, anda bisa kembali ke terminal bis Pangandaran. Perhatikan jadwal berangkat, jangan lupa tanyakan jadwal keberangkatan bis baik untuk pergi maupun pulang, karena jadwal bis di pangandaran untuk ke luar kota tidak setiap jam ada.

Selamat liburan!





BACKPACKER MURAH KE PULAU DERAWAN


Derawan merupakan sebuah kepulauan di Kalimantan Timur. Popularitasnya melonjak seiring ditemukannya berbagai tempat wisata bahari lain di Indonesia seperti Raja Ampat, Wakatobi, Bangka Belitung ataupun tempat lainnya.


Untuk mencapai Derawan ada beberapa opsi transportasi yang bisa digunakan. Pilihannya pun bisa beragam dan saling silang. Namun poin pertama yang penting adalah ada dua starting poin utama untuk mencapai Derawan, yang pertama dari Berau dan yang kedua dari Tarakan. Masing-masing akan dibahas secara terpisah.
1. Berau
Berau merupakan sebuah kabupaten di Kalimantan Timur . Untuk mencapai Berau, ada dua opsi yang bisa dilakukan yaitu melalui udara atau darat.
a.       Udara
Berau memiliki sebuah Bandara, yaitu Bandara Kalimarau. Dari Jakarta, kita bisa memilih penerbangan langsung. Namun biasanya penerbangan langsung akan transit di Balikpapan sebelum berangkat kembali ke Berau, karena sebagian besar penumpang ke Berau berangkat dari Balikpapan. Pesawat yang bisa dipilih diantaranya Sriwijaya Air, Batavia Air atau Kalstar Air. Biaya naik pesawat dari Balikpapan menuju Berau berkisar sekitar Rp 480-800 ribu, atau mungkin lebih dari itu. Bergantung musim liburan atau tidak, tanggal pembelian, atau apakah sedang ada promo atau tidak dari maskapai penerbangan yang bersangkutan. Jika sedang ada promo dan bukan masa liburan, kita bisa mendapatkan tiket kurang dari Rp 500 ribu.
Untuk penerbangan dari Jakarta menuju Balikpapan berkisar Rp 500 ribu – jutaan rupiah, bergantung maskapai dan kelas yang diambil, juga jadwal pembelian tiket. Keuntungan mengambil penerbangan tidak langsung adalah kita bisa mengambil promo dari maskapai penerbangan yang berbeda, karena maskapai penerbangan Jakarta-Balikpapan jauh lebih beragam daripada Jakarta-Berau. Keuntungan lainnya, kita bisa juga jalan-jalan di Balikpapan dahulu sebelum pergi ke Berau. Namun jika ingin menghemat waktu, bisa juga langsung mengambil penerbangan Jakarta-Berau, meskipun pesawat pasti akan transit dahulu di Balikpapan.
Setahu saya, untuk ke Berau, biasanya hanya dilayani maskapai dari Balikpapan atau Jakarta. Jadi sebaiknya mencapai kedua kota ini lebih dahulu.

b.      Darat
Menuju Berau lewat darat bisa menggunakan transportasi mobil pribadi atau travel. Dulu pernah ada bis dari Balikpapan menuju Berau, namun karena kondisi jalannya yang rusak parah khususnya di musim hujan, armada bis tersebut tidak beroperasi lagi. Namun mobil travel berupa kijang yang sudah dimodifikasi sepertinya masih beroperasi. Jika ingin menggunakan transportasi darat, hal yang harus dicermati adalah ketersedian waktu, transportasi dan musim. Jika memiliki waktu yang panjang, (minimal 2-3 hari jika musim kemarau dan bisa sampai seminggu di musim penghujan) dan berjiwa petualang yang tinggi, transportasi darat bisa digunakan. Pilihan ini lebih murah daripada naik pesawat namun waktu yang dikorbankan jauh lebih lama. Alternatif terbaik yang bisa digunakan jika memutuskan untuk menggunakan transportasi darat adalah di musim kemarau. Lama waktu yang ditempuh untuk menuju Berau melalui jalan darat di musim kemarau kira-kira 2-3 hari, jauh lebih aman daripada di musim penghujan yang mungkin bisa mencapai seminggu.
Jadi pikirkan baik-baik hal ini sebelum memutuskan, di musim apa anda berangkat? Berapa waktu yang anda miliki? Seberapa tahan fisik anda? Jika anda berpikir siap, silahkan ambil pilihan transportasi ini. Biasanya harganya sekitar Rp 250-300 ribu (di pertengahan tahun 2012) untuk sekali jalan.
Saran saya, jika Anda tidak punya banyak waktu dan bisa mendapatkan tiket promo, naik pesawat saja, J.

Berau-Tanjung Batu
Setelah mencapai Berau, perjalanan masih belum selesai. Kita harus pergi ke Tanjung Batu, pelabuhan kecil yang digunakan untuk menyebrang ke Derawan. Dari pusat kota Berau ke Tanjung Batu memakan waktu sekitar 2-2.5 jam. Untuk menuju Tanjung Batu, anda bisa naik Taxi, yaitu sebuah mobil travel yang sistemnya menjemput penumpang. Anda bisa menghubungi salah satu driver untuk dijemput di tempat anda berada atau anda menunggu di beberapa titik yang dilewati jalur taxi ini. Biayanya tergantung starting point Anda. Jika anda dari Bandara, harga satu kali perjalanan Rp 75ribu, jika anda dari pusat kota Berau biayanya sekitar Rp 50ribu (2012). Pintar-pintarlah menawar, jika anda rombongan dan berminat menyewa satu mobil, bisa jadi lebih murah.
Saran saya, hubungi taxi ini saat anda sudah sampai di Berau supaya Anda bisa dijemput. Bisa jadi taxi penuh, apalagi di musim liburan. Perhatikan pula jadwal kedatangan Anda di Berau, biasanya taxi ini tidak beroperasi setelah magrib.

Tanjung Batu-Derawan
Setelah sampai di Tanjung Batu, Anda bisa naik speedboat kecil berisi 4 orang. Jika anda rombongan, mungkin ada bisa langsung berangkat. Namun jika anda sendirian, anda harus menunggu penumpang lain, minimal dua atau tiga orang, jika anda tidak mau menyewa satu speedboat. Biayanya Rp 50ribu (2012), itu harga sebelum BBM naik di tahun 2012. Perlu anda perhatikan, harga BBM di daerah kepulauan jauh lebih mahal daripada di kota. Jarak tempuh Tanjung Batu-Derawan adalah sekitar 20-30 menit.
Biasanya pada malam hari, khususnya di masa angin kencang, speedboat sudah tidak beroperasi. Anda harus menunggu sampai pagi. Saran saya, apabila ingin mengutamakan keselamatan, tunggu saja sampai pagi jika anda sampai kemalaman di Tanjung Batu. Di sekitar pelabuhan ada penginapan. Jika tidak mau menginap, rasanya bisa menunggu saja di sekitar pelabuhan, atau jika nekat pergi bisa juga langsung menyebrang jika ada driver speedboat yang mau mengantar. Jika tidak mau menunggu dingin-dingin di pelabuhan, namun tidak punya biaya untuk sewa penginapan, nebeng saja di rumah penduduk atau mungkin di rumah Pak driver taxi nya, J. Saya dulu begitu, hehe.
Kalau sudah sampai Derawan, bersyukurlah. Anda bisa menghubungi penginapan/pemandu Anda, atau langsung tancap cari alamat sendiri. Ada banyak tipe penginapan di derawan, dari yang resort mahal, penginapan menengah, losmen biasa, homestay atau beneran homestay di rumah penduduk. Tinggal pilih saja sesuai budget, kebutuhan dan tujuan.
2. Tarakan
Tarakan merupakan salah satu kota besar selain Balikpapan di Kalimantan Timur. Akses ke Tarakan juga bisa melalui pesawat, jalur darat, bahkan jalur laut.
Untuk sampai di Tarakan, anda bisa naik pesawat. Anda bisa ambil jalur dari Jakarta atau Balikpapan, tidak jauh berbeda dari rute Berau. Jika sudah sampai bandara Tarakan, anda bisa pergi ke pelabuhan Tarakan lalu naik kapal menuju ke Derawan. Perlu diketahui, tidak ada kapal kecil yang melayani perjalanan Tarakan-Derawan, semuanya adalah kapal menengah. Jadi jika Anda sendirian, berpikirlah masak-masak, mungkin bisa join ke grup lain yang mau berangkat. Pintar-pintarlah mencari teman.
Pelabuhan Tarakan adalah pelabuhan yang cukup besar, ada banyak kapal yang berlabuh di sini, mulai dari Kalimantan (Samarinda), Sulawesi, atau Malaysia. Anda juga bisa mengambil jalur laut untuk sampai ke Tarakan, namun jauh lebih lama dari pada pesawat. Dan siap-siaplah dengan gelombang lautnya.
Jarak tempuh Tarakan-Derawan bisa mencapai 3 jam. Lebih jauh daripada Tanjung Batu-Derawan. Jadi jika anda mudah mabuk laut, persiapkan diri anda baik-baik jika menempuh jalur ini.
Jika Anda pergi rombongan, saya sarankan Anda ambil jalur Tarakan, karena tiket pesawat ke Tarakan jauh lebih murah daripada ke Berau. Dan karena rombongan, anda bisa sewa satu kapal menengah yang bisa diisi 20-40 orang. Jika datang di musim liburan atau saat weekend, ada banyak rombongan yang akan pergi ke Derawan, anda bisa pintar-pintar untuk join dengan mereka.



SETELAH SAMPAI DI DERAWAN

Ada berbagai macam penginapan di Derawan. Anda bisa pilih dari yang murah sampai yang mewah. Bisa juga menginap di rumah penduduk, jika budget sangat minim. Untuk anda yang menginap dalam waktu yang lama >1 minggu, biasanya penginapan akan memberikan harga yang berbeda. Jadi utarakan maksud anda sejak awal jika mau mendapat potongan khusus.
Makanan di Derawan bervariasi, ada yang murah ada yang mahal. Jika anda makan di warung jawa atau warung makan biasa, harganya tentu lebih murah daripada di rumah makan yang lebih besar yang biasanya jadi favorit turis asing.
Setiap malam, anda bisa keliling pulau untuk melihat penyu bertelur. Tapi ingat, jangan berisik dan sebisa mungkin minimalkan cahaya. Tidak perlu norak untuk foto-foto heboh dengan blitz dan membuat penyu risih. Hampir setiap malam, ada penyu yang bertelur di Derawan. Silahkan hubungi penginapan atau penduduk lokal, atau tinggal keliling saja di malam hari sekitar BMI, pasti nanti ada petugas yang sedang memantau penyu.
Perhatikan baik-baik, kapan anda sampai di Derawan. Apakah gelombang sedang bersahabat? Saya belajar dari pengalaman, jika anda datang di masa angin kencang dan gelombang, yang mau antar anda ke pulau lain juga akan pikir-pikir dulu kecuali drivernya nekat.
Di derawan sendiri anda bisa snorkeling atau diving. Tempat yang cukup popular untuk snorkeling tanpa harus menyewa boat adalah di sekitar BMI atau Derawan Dive Resort. Anda juga bisa menyewa boat untuk ke lokasi yang lebih jauh dan tentunya lebih cantik, tapi anda harus meronggoh kocek lebih. Anda bisa menyewa kapal di kisaran Rp900ribu-2juta (tahun 2012) bergantung ukuran kapal, jumlah pulau yang didatangi, dan lamanya perjalanan (apakah menginap atau tidak di pulau lain).
Penghematan budget ini bisa disiasati dengan mengambil paket travel lokal. Anda juga bisa memanfaatkan untuk join dengan grup/orang lain yang mau pergi. Ini bisa menghemat biaya, mengingat pergi ke pulau lain tentu tidaklah murah bagi sebagian orang. Anda bisa melihat dan berenang bersama ubur-ubur tak bersengat di Pulau Kakaban. Atau ke Pulau Maratua dan Sangalaki untuk melihat penyu dan pari manta.

Selamat berjalan-jalan!