Haii, kali ini saya ingin
menuliskan tentang wisata ke Karimun Jawa. Sejauh ini, Karimun Jawa merupakan
surga yang layak dikunjungi di sekitar Pulau Jawa. Oke, mungkin sedikit lebai,
setidaknya di Pulau Jawa, Karimun Jawa masih bertengger di puncak.
| Pantai di salah satu pulau |
Karimun Jawa merupakan kepulauan
kecil di laut Jawa. Jangan tertukar dengan Pulau Karimun di Kepulauan Riau ya,
karena Karimun Jawa letaknya di utara provinsi Jawa Tengah. Untuk mencapai
Karimun Jawa, ada beberapa dua opsi umum yang bisa dipilih, pertama lewat
Semarang dan kedua lewat Jepara. Jika lewat Semarang, anda hanya bisa menaiki
kapal cepat dan menempuh jarak yang lebih jauh. Jika lewat Jepara, anda bisa
naik jalur cepat menggunakan kapal cepat (Express Bahari) atau jalur lambat
menggunakan kapal biasa (roro) seperi KMP Muria.
Saya akan membahas jalur Jepara
dan khususnya ala backpacker, :)
Sebelumnya saya ingin
mengingatkan, hal pertama yang harus anda antisipasi adalah tiket kapal. Jika
anda menggunakan kapal cepat, jadwalnya cukup banyak dan tersedia hampir setiap
hari saat ini, dulu sih tidak. Namun jika memilih kapal lambat seperti KMP
Muria, jadwal keberangkatan hanya dua kali seminggu (saat artikel ini dibuat)
yaitu Sabtu dan Senin (Jepara-Karimun Jawa); Selasa-Kamis (Karimun
Jawa-Jepara). Silahkan cek kembali. Biaya untuk naik kapal biasa adalah
Rp30ribuan (tahun 2012) dan untuk kapal cepat adalah Rp 80ribuan (tahun 2012).
Ini waktu saya kesana di tahun 2012 ya, silahkan cek lagi harga tiket saat ini.
1.
TIBA
DI JEPARA
Hal pertama yang harus anda
pastikan adalah tiba di Jepara di waktu
yang tepat, alias jangan telat.
Penting. Serius, kalau anda tidak mau ketinggalan kapal, karena
kapal ke karimun ini jadwalnya cukup renggang dan kalau musim liburan, dapat
tiket express bahari (yang jadwalnya lebih banyak) itu tidak mudah. Percayalah
pada saran saya, karena saya pernah ketinggalan kapal, hehehe.
Untuk mencapai Jepara, anda bisa
naik kendaraan pribadi, ojek (kalau masih di sekitaran Jepara) atau moda
transportasi bus. Hanya bus, untuk transportasi umum jarak jauh. Jepara tidak
dilewati kereta api. Jika mau menggunakan kereta api, anda harus ke semarang
dulu, dari semarang anda melanjutkan ke Jepara dengan bus umum. Kereta yang
melewati Semarang cukup banyak pilihannya, dari yang ekonomi sampai yang
eksekutif. Tinggal pilih saja. Namun yang perlu diingat, sesuaikan kedatangan
kereta di Semarang, jadwal trayek bus umum Semarang-Jepara, dan jadwal
keberangkatan kapal ke Jepara-Karimun Jawa. Nah, banyak kan yang harus di cek.
Saya pribadi sih malas pakai opsi ini karena jadwal kedatangan kereta itu
berbeda-beda dari tiap kota. Kalau dari kota anda lebih enak pakai kereta,
silahkan pakai kereta.
Opsi kedua adalah menggunakan
bus. Ini yang paling mudah dan pilihan armadanya busnya banyaak sekali, dari
eko, patas, exe, tinggal pilih. Sekali lagi, sesuaikan dengan jadwal
keberangkatan kapal. PENTING. Kalau bisa jangan mepet, karena bisa saja terjadi
banyak hal tidak terduga dan malah terlambat tiba (pengalaman saya pribadi).
Lebihkan beberapa jam sekedar jaga-jaga, karena jalur pantura itu sering macet
saudara, terlebih dari Semarang-Jepara itu rawan macet.
2.
TERMINAL-PELABUHAN
KARTINI
Jika sudah tiba di Jepara,
turunlah di terminal Jepara, ini pemberhentian terakhir. Terkadang ada bus baik
hati yang mau mengantar penumpang sampai pelabuhan Kartini. Namun kebanyakan
sih tidak.
Dari terminal Jepara, anda bisa
naik becak, ojek atau jalan kaki ke Pelabuhan Kartini. Tergantung budget dan
hobi anda. Biayanya sekitar Rp10-15ribu (tahun 2012). Jalan kaki lumayan dekat,
tapi ya tidak dekat-dekat amat.
Saat sudah sampai pelabuhan,
silahkan tunggu keberangkatan kapal. Jika anda naik kapal Muria, lama
perjalanan sekitar 5-6 jam. Jadi siapkan perbekalan secukupnya, karena kalau di
kapal harganya mahal. Jika naik kapal cepat, lama perjalanannya sekitar 2 jam
saja. Dulu sih karena perbedaan harga tiket tidak terlalu jauh, saya akan
menyarankan naik kapal cepat. Perbedaan 3-4 jam itu lamaa sekali lho. Serius.
Waktu saya kesana, saya berangkat naik express dan pulang naik muria, lumayan
kerasa bedanya. Tapi saya sih nyaman-nyaman saja, karena saya suka laut,
hehehe.
Siapkan juga obat mual ya kalau
mudah mual (ini lebih saya sarankan kalau anda naik express bahari, karena
kalau naik muria malah tidak terlalu kerasa, menurut saya ya).
| Di sekitar pelabuhan Karimun Jawa |
3.
TIBA
DI KARIMUN JAWA
Selamat, anda sudah sampai di
Karimun Jawa. Anda akan turun di pelabuhan. Pertanyaannya sekarang, kemana
tujuan anda? Apakah anda ikut rombongan atau backpacker sendirian? Tenang, saya
akan menjawabnya. Untuk rombongan, anda bisa menunggu jemputan atau telpon agen
travel kalau belum dijemput. Atau bisa sewa angkutan yang nangkring di sekitar
pelabuhan (biasanya sih yang nangkring ini sudah ada klientnya yang mau
dijemput). Untuk yang backpacker grup kecil atau sendirian, silahkan naik becak
atau ojek (kalau ada). Kalau sudah tahu sejak awal datang sendirian,
cepat-cepatlah mencari becak, karena nanti rebutan sama yang lain, hehe. Kalau
mau jalan juga bisa, asal sudah tahu arahnya. Perlu saya ingatkan pulaunya itu
cukup besar lho dan dari pelabuhan ke daerah penginapan, apalagi yang apung,
itu cukup jauh.
4.
TIBA
DI PENGINAPAN
Jika sudah di penginapan,
biasanya sore hari, anda bisa jalan-jalan ke dermaga dekat alun-alun sekalian
melihat sunset dan makan malam di sekitar alun-alun. Yang disebut sebagai alun-alun
di pulau ini hanyalah sebuah lapangan rumput yang tidak terlalu besar dan di
sekitarnya dikelilingi kios/gerobak makanan di malam hari. Biasanya disinilah
para wisatawan mencari makan karena pilihannya cukup beragam dan areanya luas.
Yang terkenal itu warteg di sekitar alun-alun, saya lupa namanya. Saya juga
bingung kenapa bisa terkenal, karena menurut saya sih biasa aja, harganya juga
tidak murah-murah banget, hehehe. Kalau bosan makan di alun-alun, bisa mencari
kios nasi goreng di sekitar kios pusat oleh-oleh di Karimun. Atau warung
lainnya. Tapi pusatnya memang yang di alun-alun itu
5.
EXPLORE
PULAU
Siapkan tenaga untuk eksplor
pulau cantik di sekitar pulau Karimun Jawa. Biasanya anda akan dibawa ke daerah
utara dan daerah selatan, jadi nanti arahnya berbeda. Naiknya dari dermaga
kapal di dekat alun-alun. Dulu saya ingat, lebih cantik yang mana di antara
selatan dan utara, sekarang saya sudah lupa karena sudah lama. Kayaknya
ada bedanya karena saya menginterogasi bapak pengemudi kapalnya. Tapi karena
sudah lupa, jadi tidak saya ceritakan.
Oke, jika anda ikut rombongan,
tinggal ikut kemana rombongan anda pergi. Jika anda backpacker grup kecil atau
perseorangan, dan belum merencanakannya, tenang. Datang saja ke dermaga
tersebut, lalu tanya-tanya dengan para pemilik kapal, bisa ikut trip tidak.
Jika bukan masa liburan dan tidak terlalu banyak pengunjung, anda pasti akan
diangkut. Tinggal nego saja dengan, berapa biaya yang perlu anda keluarkan tiap
kepala. Kalau anda sendirian dan bisa mengambil hati si pemilik kapal, bisa
jadi anda diangkut gratis dan mungkin cuma bayar uang rokok (belum pernah
mengalami sih kalau di karimun jawa, tapi saya pernah ditawari saat di
derawan).
Sewa kapal hoping island
tergantung pada besar kapal dan jumlah pulau yang dikunjungi. Untuk kapal
sedang, sekitar Rp1,5juta-2juta, perhari (tahun 2012, kalau saya tidak salah
ingat, karena saya lupa itu biaya perhari atau per rute pulau yang dikunjungi).
Itu bisa muat 15-20 orang. Biasanya di Karimun rutenya sudah tetap, pulaunya
ini dan itu atau abis ini ya kesitu. Kalau anda mau sewa kapal secara pribadi
ke pulau yang anda mau juga kayaknya bisa. Tinggal bilang saja.
Sebelum explore pulau, pengunjung
biasanya akan dibawa ke penangkaran hiu dan bisa berenang bersama hiu. Kalau anda
ikut paket travel/grup, biasanya tiket masuk sudah termasuk. Jika tidak, anda
hanya membayar Rp5ribu (tahun 2012).
Setelah itu anda akan dibawa ke
beberapa pulau lain di sekitar Karimun Jawa. Lamanya jarak tempuh berbeda-beda,
bergantung jarak dan arah angin, rata-rata setengah-dua jam dari tiap titiknya.
Anda bisa diving atau snorkeling
di Karimun Jawa. Sejauh ini, terumbu karangnya cantik-cantik (mungkin karena
memang dibawanya ke spot yang cantik, hehe).
Karimun Jawa bisa digolongkan
sebagai tempat wisata yang letaknya lumayan dekat dan cukup terjangkau namun
tetap indah&berkesan (bagi orang-orang yang tinggal di sekitar Pulau Jawa
tentunya).
| Sunset di salah satu pulau |
Ada saran lain jika anda mau
berkunjung ke Karimun Jawa, perhatikanlah
cuaca dan musim. Jika sedang musim penghujan dan angin kencang di laut
jawa, berhati-hatilah karena ada kemungkinan kapal tidak diizinkan untuk
berlayar. Biasanya bulan yang dihindari adalah sekitar Desember-Januari, karena
gelombang sedang tinggi di laut Jawa dan bisa saja anda terjebak di Karimun
saat kapal tidak bisa berlayar. Sedangkan bulan yang dianggap paling oke adalah
Juni-Agustus. Ini relatif sih, bisa berganti-ganti tergantung lautnya, hehehe.
Tapi setidaknya bisa dijadikan referensi.
Selamat berlibur!!


















