Selasa, 29 April 2014

MENIKMATI INDAHNYA PULAU CANTIK DI KARIMUN JAWA



Haii, kali ini saya ingin menuliskan tentang wisata ke Karimun Jawa. Sejauh ini, Karimun Jawa merupakan surga yang layak dikunjungi di sekitar Pulau Jawa. Oke, mungkin sedikit lebai, setidaknya di Pulau Jawa, Karimun Jawa masih bertengger di  puncak. 

Pantai di salah satu pulau
Karimun Jawa merupakan kepulauan kecil di laut Jawa. Jangan tertukar dengan Pulau Karimun di Kepulauan Riau ya, karena Karimun Jawa letaknya di utara provinsi Jawa Tengah. Untuk mencapai Karimun Jawa, ada beberapa dua opsi umum yang bisa dipilih, pertama lewat Semarang dan kedua lewat Jepara. Jika lewat Semarang, anda hanya bisa menaiki kapal cepat dan menempuh jarak yang lebih jauh. Jika lewat Jepara, anda bisa naik jalur cepat menggunakan kapal cepat (Express Bahari) atau jalur lambat menggunakan kapal biasa (roro) seperi KMP Muria. 

Saya akan membahas jalur Jepara dan khususnya ala backpacker, :)
Sebelumnya saya ingin mengingatkan, hal pertama yang harus anda antisipasi adalah tiket kapal. Jika anda menggunakan kapal cepat, jadwalnya cukup banyak dan tersedia hampir setiap hari saat ini, dulu sih tidak. Namun jika memilih kapal lambat seperti KMP Muria, jadwal keberangkatan hanya dua kali seminggu (saat artikel ini dibuat) yaitu Sabtu dan Senin (Jepara-Karimun Jawa); Selasa-Kamis (Karimun Jawa-Jepara). Silahkan cek kembali. Biaya untuk naik kapal biasa adalah Rp30ribuan (tahun 2012) dan untuk kapal cepat adalah Rp 80ribuan (tahun 2012). Ini waktu saya kesana di tahun 2012 ya, silahkan cek lagi harga tiket saat ini.

1.       TIBA DI JEPARA
Hal pertama yang harus anda pastikan adalah tiba di Jepara di waktu yang tepat, alias jangan telat.
Penting. Serius, kalau anda tidak mau ketinggalan kapal, karena kapal ke karimun ini jadwalnya cukup renggang dan kalau musim liburan, dapat tiket express bahari (yang jadwalnya lebih banyak) itu tidak mudah. Percayalah pada saran saya, karena saya pernah ketinggalan kapal, hehehe. 

Untuk mencapai Jepara, anda bisa naik kendaraan pribadi, ojek (kalau masih di sekitaran Jepara) atau moda transportasi bus. Hanya bus, untuk transportasi umum jarak jauh. Jepara tidak dilewati kereta api. Jika mau menggunakan kereta api, anda harus ke semarang dulu, dari semarang anda melanjutkan ke Jepara dengan bus umum. Kereta yang melewati Semarang cukup banyak pilihannya, dari yang ekonomi sampai yang eksekutif. Tinggal pilih saja. Namun yang perlu diingat, sesuaikan kedatangan kereta di Semarang, jadwal trayek bus umum Semarang-Jepara, dan jadwal keberangkatan kapal ke Jepara-Karimun Jawa. Nah, banyak kan yang harus di cek. Saya pribadi sih malas pakai opsi ini karena jadwal kedatangan kereta itu berbeda-beda dari tiap kota. Kalau dari kota anda lebih enak pakai kereta, silahkan pakai kereta.

Opsi kedua adalah menggunakan bus. Ini yang paling mudah dan pilihan armadanya busnya banyaak sekali, dari eko, patas, exe, tinggal pilih. Sekali lagi, sesuaikan dengan jadwal keberangkatan kapal. PENTING. Kalau bisa jangan mepet, karena bisa saja terjadi banyak hal tidak terduga dan malah terlambat tiba (pengalaman saya pribadi). Lebihkan beberapa jam sekedar jaga-jaga, karena jalur pantura itu sering macet saudara, terlebih dari Semarang-Jepara itu rawan macet. 

2.       TERMINAL-PELABUHAN KARTINI
Jika sudah tiba di Jepara, turunlah di terminal Jepara, ini pemberhentian terakhir. Terkadang ada bus baik hati yang mau mengantar penumpang sampai pelabuhan Kartini. Namun kebanyakan sih tidak.
Dari terminal Jepara, anda bisa naik becak, ojek atau jalan kaki ke Pelabuhan Kartini. Tergantung budget dan hobi anda. Biayanya sekitar Rp10-15ribu (tahun 2012). Jalan kaki lumayan dekat, tapi ya tidak dekat-dekat amat. 

Saat sudah sampai pelabuhan, silahkan tunggu keberangkatan kapal. Jika anda naik kapal Muria, lama perjalanan sekitar 5-6 jam. Jadi siapkan perbekalan secukupnya, karena kalau di kapal harganya mahal. Jika naik kapal cepat, lama perjalanannya sekitar 2 jam saja. Dulu sih karena perbedaan harga tiket tidak terlalu jauh, saya akan menyarankan naik kapal cepat. Perbedaan 3-4 jam itu lamaa sekali lho. Serius. Waktu saya kesana, saya berangkat naik express dan pulang naik muria, lumayan kerasa bedanya. Tapi saya sih nyaman-nyaman saja, karena saya suka laut, hehehe.
Siapkan juga obat mual ya kalau mudah mual (ini lebih saya sarankan kalau anda naik express bahari, karena kalau naik muria malah tidak terlalu kerasa, menurut saya ya).

Di sekitar pelabuhan Karimun Jawa
3.       TIBA DI KARIMUN JAWA
Selamat, anda sudah sampai di Karimun Jawa. Anda akan turun di pelabuhan. Pertanyaannya sekarang, kemana tujuan anda? Apakah anda ikut rombongan atau backpacker sendirian? Tenang, saya akan menjawabnya. Untuk rombongan, anda bisa menunggu jemputan atau telpon agen travel kalau belum dijemput. Atau bisa sewa angkutan yang nangkring di sekitar pelabuhan (biasanya sih yang nangkring ini sudah ada klientnya yang mau dijemput). Untuk yang backpacker grup kecil atau sendirian, silahkan naik becak atau ojek (kalau ada). Kalau sudah tahu sejak awal datang sendirian, cepat-cepatlah mencari becak, karena nanti rebutan sama yang lain, hehe. Kalau mau jalan juga bisa, asal sudah tahu arahnya. Perlu saya ingatkan pulaunya itu cukup besar lho dan dari pelabuhan ke daerah penginapan, apalagi yang apung, itu cukup jauh. 

4.       TIBA DI PENGINAPAN
Jika sudah di penginapan, biasanya sore hari, anda bisa jalan-jalan ke dermaga dekat alun-alun sekalian melihat sunset dan makan malam di sekitar alun-alun. Yang disebut sebagai alun-alun di pulau ini hanyalah sebuah lapangan rumput yang tidak terlalu besar dan di sekitarnya dikelilingi kios/gerobak makanan di malam hari. Biasanya disinilah para wisatawan mencari makan karena pilihannya cukup beragam dan areanya luas. Yang terkenal itu warteg di sekitar alun-alun, saya lupa namanya. Saya juga bingung kenapa bisa terkenal, karena menurut saya sih biasa aja, harganya juga tidak murah-murah banget, hehehe. Kalau bosan makan di alun-alun, bisa mencari kios nasi goreng di sekitar kios pusat oleh-oleh di Karimun. Atau warung lainnya. Tapi pusatnya memang yang di alun-alun itu

5.       EXPLORE PULAU

Siapkan tenaga untuk eksplor pulau cantik di sekitar pulau Karimun Jawa. Biasanya anda akan dibawa ke daerah utara dan daerah selatan, jadi nanti arahnya berbeda. Naiknya dari dermaga kapal di dekat alun-alun. Dulu saya ingat, lebih cantik yang mana di antara selatan dan utara, sekarang saya sudah lupa karena sudah lama. Kayaknya ada bedanya karena saya menginterogasi bapak pengemudi kapalnya. Tapi karena sudah lupa, jadi tidak saya ceritakan.

Oke, jika anda ikut rombongan, tinggal ikut kemana rombongan anda pergi. Jika anda backpacker grup kecil atau perseorangan, dan belum merencanakannya, tenang. Datang saja ke dermaga tersebut, lalu tanya-tanya dengan para pemilik kapal, bisa ikut trip tidak. Jika bukan masa liburan dan tidak terlalu banyak pengunjung, anda pasti akan diangkut. Tinggal nego saja dengan, berapa biaya yang perlu anda keluarkan tiap kepala. Kalau anda sendirian dan bisa mengambil hati si pemilik kapal, bisa jadi anda diangkut gratis dan mungkin cuma bayar uang rokok (belum pernah mengalami sih kalau di karimun jawa, tapi saya pernah ditawari saat di derawan).

Sewa kapal hoping island tergantung pada besar kapal dan jumlah pulau yang dikunjungi. Untuk kapal sedang, sekitar Rp1,5juta-2juta, perhari (tahun 2012, kalau saya tidak salah ingat, karena saya lupa itu biaya perhari atau per rute pulau yang dikunjungi). Itu bisa muat 15-20 orang. Biasanya di Karimun rutenya sudah tetap, pulaunya ini dan itu atau abis ini ya kesitu. Kalau anda mau sewa kapal secara pribadi ke pulau yang anda mau juga kayaknya bisa. Tinggal bilang saja.

Sebelum explore pulau, pengunjung biasanya akan dibawa ke penangkaran hiu dan bisa berenang bersama hiu. Kalau anda ikut paket travel/grup, biasanya tiket masuk sudah termasuk. Jika tidak, anda hanya membayar Rp5ribu (tahun 2012).

Setelah itu anda akan dibawa ke beberapa pulau lain di sekitar Karimun Jawa. Lamanya jarak tempuh berbeda-beda, bergantung jarak dan arah angin, rata-rata setengah-dua jam dari tiap titiknya.
Anda bisa diving atau snorkeling di Karimun Jawa. Sejauh ini, terumbu karangnya cantik-cantik (mungkin karena memang dibawanya ke spot yang cantik, hehe). 

Karimun Jawa bisa digolongkan sebagai tempat wisata yang letaknya lumayan dekat dan cukup terjangkau namun tetap indah&berkesan (bagi orang-orang yang tinggal di sekitar Pulau Jawa tentunya).
Sunset di salah satu pulau


Ada saran lain jika anda mau berkunjung ke Karimun Jawa, perhatikanlah cuaca dan musim. Jika sedang musim penghujan dan angin kencang di laut jawa, berhati-hatilah karena ada kemungkinan kapal tidak diizinkan untuk berlayar. Biasanya bulan yang dihindari adalah sekitar Desember-Januari, karena gelombang sedang tinggi di laut Jawa dan bisa saja anda terjebak di Karimun saat kapal tidak bisa berlayar. Sedangkan bulan yang dianggap paling oke adalah Juni-Agustus. Ini relatif sih, bisa berganti-ganti tergantung lautnya, hehehe. Tapi setidaknya bisa dijadikan referensi.

Selamat berlibur!!





Wisata ke Kawah Putih


Kawah Putih merupakan sebuah tempat wisata di kawasan Gunung Patuha, Bandung. Letaknya berada di area bandung selatan. Untuk menuju ke sini anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum.

Nah untuk wisata ke kawah putih ala backpacker dan ngeteng, saya akan tuliskan caranya sebagai berikut. :)
Pertama-tama, datanglah dulu ke kota Bandung, tepatnya ke terminal leuwipanjang. Ada banyak bus menuju bandung dan ada dua terminal utama yaitu cicaheum dan leuwipanjang. Jika anda tidak turun di terminal leuwipanjang, naiklah damri atau angkutan menuju terminal ini.

Jika dari cicaheum, naiklah damri jurusan cicaheum-leuwipanjang, tarifnya Rp3ribu, begitu pula dari dago atau ledeng, anda bisa naik damri ke leuwipanjang dengan tarif yang sama (kecuali naik bis damri ac). Adapun angkot yang melewati terminal ini diantaranya kalapa-soreang, kalapa-cibaduyut, cimahi-leuwipanjang. Silahkan pilih mau naik angkutan yang mana.

Jika anda dari stasiun bandung, anda bisa naik angkot dago-caringin ke arah caringin, lalu lanjut cimahi-leuwipanjang. Sebenarnya rutenya bisa bervariasi sih karena angkot bandung itu muter-muter, hehe. Atau anda bisa keluar dari stasiun melalui pintu selatan. Nanti anda berjalan menuju arah pasar baru. Dari sekitar pasar baru, anda bisa naik damri menuju leuwipanjang.

Jika sudah sampai di leuwipanjang, silahkan jalan ke arah dimana bus damri biasa menunggu penumpang/ngetem (kelihatan kok atau kalau tidak tahu bisa tanya ke orang yang terpercaya). Nanti di sekitar bus damri itu, tepatnya di sebelah kiri, ada elf atau minibus kecil warna hitam. Biasanya ada kenek yang promosi, "kawah putih, ciwidey".

Yep. Kita akan naik minibus/elf itu. Ongkosnya Rp10ribu (akhir 2013) sampai ke terminal Ciwidey. Lama perjalanan sekitar satu jam, karena saya agak lupa.
Dari terminal Ciwidey, anda bisa istirahat sambil makan, atau langsung melanjutkan perjalanan. Anda harus mencari angkot kuning. Nanti biasanya akan ada yang teriak, "kawah putih". Nah anda tinggal ikut angkot tersebut.  Setahu saya, angkot ini kadang ada yang tidak sampai ke kawah putih, apalagi kalau angkotnya sepi, jadi sebaiknya tanya supir angkotnya.
Ongkos naik angkot sampai kawah putih sekitar Rp10rb sekali jalan.

Kawah Putih
Setelah sampai di pintu masuk Kawah Putih, anda harus beli tiket masuk sebesar Rp15ribu. Lalu pilih transportasi untuk naik ke atas/puncak. Anda bisa naik angkot tadi (nyarter kalo penumpang sepi), naik ojek, atau naik ontang-anting. Ontang anting ini adalah kereta yang disediakan pihak pengelola untuk pengunjung yang tidak menggunakan kendaraan pribadi. Biaya naik ontang-anting ini Rp25ribu pp, cukup murah karena naiknya lumayan jauh. Namun ontang-anting ini tidak beroperasi setiap hari, biasanya hanya pada saat liburan, tanggal merah, atau weekend.

Jika naik ojek, tarifnya sekitar Rp30-40ribu pp, tergantung kecakapan anda menawar. Apabila carter angkot, hitungan perkepala bisa Rp20rb-30rb pp, bisa lebih murah kalo teman carternya banyak, tergantung tawar menawar dengan supirnya.
Jika sudah naik ke atas, silahkan menikmati pemandangan Kawah Putih yang cantik sekali.
Hati-hati dengan asapnya, pakailah masker untuk menghindari paparan uap belerang secara berlebih. Perhatikan keselamatan, dan tanyalah kepada petugas, lebih baik berkunjung sampai jam berapa untuk menghindari paparan bahaya dari belerang ini.

Selain Kawah Putih, anda bisa berkunjung ke Situ Patenggang yang juga cantik. Situ Patenggang merupakan sebuah situ/danau yang letaknya tidak terlalu jauh dari Kawah Putih. Sepanjang jalan menuju Situ Patenggang, kita akan disambut oleh hamparan kebuh teh yang cantik.
Hamparan kebun teh

Untuk mencapai Situ Patenggang, anda bisa naik angkot kuning atau ojek. Bila menggunakan angkot, tarifnya Rp5ribu-10ribu sekali jalan. Sedangkan untuk ojek, sepertinya lebih dari itu. Silahkan nego sendiri soal tarifnya.
Setelah sampai di Situ Patenggang, belilah tiket masuk. Saya lupa berapa harganya, tapi jauh lebih murah daripada kawah putih.

Situ Patenggang

Jika sudah masuk, anda bisa naik perahu menuju batu cinta. Ini maskotnya Situ Patenggang. Tidak menarik sih batunya buat saya, tapi keliling danaunya cukup menyenangkan! Selain itu di seberang danau tersebut ada hamparan kebun teh yang bisa anda jelajahi.

Pemandangan dari lokasi sekitar Batu Cinta
Untuk menyewa perahu dan menyeberang danau, anda bisa sewa satu perahu atau jika tidak mau sewa, anda harus menunggu sampai pemilik perahu mendapatkan cukup penumpang sekali jalan. Jadi tarifnya bisa bervariasi, jika perahu penuh mungkin tiap kepala hanya perlu membayar Rp10ribu, jika perahu cukup kosong, anda mungkin akan dikenakan tarif lebih mahal. Saran saya untuk para backpacker, pandai-pandailah mencari teman supaya bisa murah, hehehe.

Jika sudah puas menikmati Situ Patenggang, anda bisa membeli oleh-oleh di sekitar kios yang berderet atau penjual yang membawa dagangannya langsung. Anda bisa membeli buah segar seperti strawberry dan terong belanda. Pandai-pandailah menawar, karena menurut saya harganya sama saja. Tidak bisa dibilang murah juga. Mungkin karena sudah masuk kawasan wisata.

Kios penjual buah
Rute pulang yang diambil sama saja dengan rute berangkat. Anda kembali ke terminal ciwidey dengan menggunakan angkot lalu naik minibus/elf sampai leuwipanjang. Dan siap-siap saat naik elf ya, saran saya, kalau masih kosong naik saja supaya dapat tempat enak. Elf ini agak sadis dalam kriteria jumlah penumpang. Posisi menentukan kenyamanan anda selama kurang lebih satu-dua jam berikutnya. Oiya, hati-hati dengan jadwal, jangan sampai kemalaman ya, :). Amannya sih jam 3 atau 4 sudah sampai terminal ciwidey.
Sekian tulisan dari saya, semoga bermanfaat.

Selamat liburan!

WISATA PANGANDARAN

Pangandaran merupakan sebuah tempat wisata di kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Di Pangandaran, anda bisa mengunjungi beberapa tempat wisata menarik diantaranya Green Canyon, cube tubing di Citumang, dan beberapa pantai seperti Pantai Pangandaran, Pantai Batu Hiu, Pantai Karang Nini atau pantai di sekitar Batu Karas.


Untuk mencapai Pangandaran, Anda bisa naik kendaraan pribadi, travel atau moda transportasi bus umum, bergantung dimana anda memulai perjalanan. Bila menggunakan bis, Anda bisa naik dari terminal terdekat di kota anda menuju pangandaran.
Apabila anda dari Bandung, anda bisa naik travel 4848, pull nya bisa dicari di dekat stasiun bandung bagian utara. Jika memilih transportasi bus, anda bisa naik bus dari terminal Cicaheum. Dulu saya naik Budiman, ongkosnya kalau tidak salah sekitar Rp35ribu (2012). Lamanya perjalanan dari bandung sekitar 7-8 jam.
Saat anda memilih bus, anda akan berangkat sekitar jam 19.30 dan sampai di pangandaran di pagi buta, sekitar 02.30. Anda bisa menunggu di sekitar terminal sampai pagi jika mau naik angkot. Apabila ingin naik ojek, Anda bisa naik ojek yang standbay di sekitar terminal. Atau minta dijemput jika ada kenalan/saudara. Jika anda tipe yang nekat dan suka petualang, anda bisa ikut (alias nebeng) truk pasir yang di pagi buta melewati terminal. Tentu saja, tetap hati-hati ya karena itu cukup berisiko. Untuk yang tidak pernah melakukan, tidak disarankan.
Bila anda menunggu sampai pagi atau menginap di sekitar terminal, anda bisa mengunjungi pantai pangandaran yang letaknya tidak jauh dari terminal. Anda bisa naik ojek atau becak untuk menuju ke sana. Bisa juga jalan kaki, namun jaraknya lumayan bikin pegel untuk yang tidak suka jalan. Kalau dulu sih saya coba jalan kaki, hehe.
Saya sih tidak menyukai pantai ini karena bisa dibilang ramai. Namun ya tidak apa-apa kalau mau main ke sini. Oiya, jangan bayangkan pantai di daerah pangandaran berpasir putih ya. Hehehe.



Tempat wisata popular di Pangadaran berada di sekitar Batu Karas. Saran saya, kalau mau mencari penginapan di sekitar Batu Karas saja. Kisaran harga penginapan di sekitar Batu Karas beragam, mulai dari Rp 150ribu saat weekday. Jika anda menginap di sekitar terminal pangandaran, biayanya mungkin lebih murah tetapi jarak yang akan anda tempuh ke tempat wisata tersebut cukup jauh.
Anda bisa menyewa motor/mobil untuk pergi ke Grand Canyon atau Citumang. Untuk motor tarifnya sekitar Rp25ribu (tahun 2012). Tidak ada angkutan umum ke tempat wisata tersebut. Jadi sewalah kendaraan atau bisa juga naik ojek, yang pastinya jauh lebih mahal.
Jika Anda ingin mengunjungi Green Canyon, saya sarankan datanglah di pagi hari dan masuklah tepat saat loket sudah buka. Karena di pagi hari anda bisa jadi pengunjung pertama sehingga merasa lebih bebas saat bermalas-malasan atau bermain di sekitar canyon (ini tidak berlaku saat musim liburan sepertinya). Datanglah pagi-pagi, apalagi di saat weekday, it’s really worthy. Anda akan lebih leluasa menikmati keindahan green canyon. Biaya masuknya rasanya tidak terlalu mahal (kalau saya tidak salah karena sudah lupa). Tapi itu baru tiket masuk. Anda harus menyewa perahu untuk bisa sampai ke canyon. Biayanya mulai dari Rp100rb (tahun 2012) dan belum termasuk tip. Anda bisa berbagi perahu dengan orang lain yang juga mau pergi ke sana jika ingin menghemat biaya.


Jika sudah naik perahu, nikmatilah Green Canyon mulai dari sungai-sungainya hingga sampai ke canyon. Jangan lupa untuk terjun dari batu payung (kalau saya tidak lupa namanya, hehehe). Lumayan membuat jantung berdebar!



Jika sudah puas bermain di green canyon, anda bisa melanjutkan melakukan body rafting di sungai Citumang. 

Airnya bening sekali dan masih sangat alami (di tahun 2012). Saat saya ke sana, jalannya masih tanah, hanya sebagian kecil yang sudah paving block. Harganya juga masih sangat murah. Kalau tidak salah Rp15ribu.



Sebelum mulai body rafting, biasanya kita akan diajak masuk goa. Anda akan ditawari untuk lompat dari sebatang pohon yang melintang di atas kolam goa. Bagi yang bernyali, silahkan mencobanya. 



Setelah itu, anda bisa mulai body rafting menyusuri sungai Citumang yang jerning dan alami. Kiri kanan sungai masih lebat dengan pepohonan. Terkadang kita akan berenang bersama anak-anak sekitar yang suka main di sungai. Sangat menyenangkan. Rasanya bisa melupakan sejenak kepenatan kita. Di akhir perjalanan, anda akan melewati semacam saluran irigasi yang sempit.
Setelah lelah menyusuri sungai, anda bisa mengisi perut di warung sekitar base camp body rafting. Bisa pesan mie rebus, lotek, gorengan, jajanan lain dan minum tentunya. Harganya juga lumayan miring.
Jika masih belum puas, anda bisa mendatangi Pantai Batu Hiu atau Pantai Karang Nini di jalan pulang menuju kota Pangandaran. Jauh lebih sepi dibanding pantai Pangandaran. Pemandangannya sih sama-sama saja menurut saya. Namun di Pantai Batu Hiu, terdapat batu karang yang dikatakan masyarakat setempat mirip hiu (kata saya sih tidak, hehehe).

Jika masih belum puas, anda bisa mengunjungi konservasi penyu di Pangandaran. Lembaga tersebut merupakan lembaga swadaya masyarakat.


Oiya, sebelum pulang anda juga bisa memuaskan diri menikmati keindahan pantai Batu Karas. Di pantai ini, banyak orang yang melakukan surfing, baik baru belajar atau sudah professional. Pantai ini menurut saya pantai yang paling cantik dibandingkan yang lainnya (menurut saya ya). Saya bilang begitu karena morfologi pantainya seperti cekungan/ teluk, dan ada wilayah seperti hutan yang mengelilinginya. Wilayahnya juga tidak seramai pantai lain. Di sekitar wilayah ini juga ada pelabuhan ikan, anda bisa membeli ikan segar atau ikan asin di sekitar sini. Jika ingin lebih murah membeli ikan asin, bisa mengunjungi pasar Pangandaran di perjalanan pulang ke arah kota. Menurut kakak saya sih lebih murah beli di pasar.
Untuk pulang ke kota masing-masing, anda tinggal pulang susuri jalur pergi jika naik kendaraan pribadi. Namun jika anda naik travel, anda bisa minta dijemput di penginapan. Jika naik kendaraan umum, anda bisa kembali ke terminal bis Pangandaran. Perhatikan jadwal berangkat, jangan lupa tanyakan jadwal keberangkatan bis baik untuk pergi maupun pulang, karena jadwal bis di pangandaran untuk ke luar kota tidak setiap jam ada.

Selamat liburan!





BACKPACKER MURAH KE PULAU DERAWAN


Derawan merupakan sebuah kepulauan di Kalimantan Timur. Popularitasnya melonjak seiring ditemukannya berbagai tempat wisata bahari lain di Indonesia seperti Raja Ampat, Wakatobi, Bangka Belitung ataupun tempat lainnya.


Untuk mencapai Derawan ada beberapa opsi transportasi yang bisa digunakan. Pilihannya pun bisa beragam dan saling silang. Namun poin pertama yang penting adalah ada dua starting poin utama untuk mencapai Derawan, yang pertama dari Berau dan yang kedua dari Tarakan. Masing-masing akan dibahas secara terpisah.
1. Berau
Berau merupakan sebuah kabupaten di Kalimantan Timur . Untuk mencapai Berau, ada dua opsi yang bisa dilakukan yaitu melalui udara atau darat.
a.       Udara
Berau memiliki sebuah Bandara, yaitu Bandara Kalimarau. Dari Jakarta, kita bisa memilih penerbangan langsung. Namun biasanya penerbangan langsung akan transit di Balikpapan sebelum berangkat kembali ke Berau, karena sebagian besar penumpang ke Berau berangkat dari Balikpapan. Pesawat yang bisa dipilih diantaranya Sriwijaya Air, Batavia Air atau Kalstar Air. Biaya naik pesawat dari Balikpapan menuju Berau berkisar sekitar Rp 480-800 ribu, atau mungkin lebih dari itu. Bergantung musim liburan atau tidak, tanggal pembelian, atau apakah sedang ada promo atau tidak dari maskapai penerbangan yang bersangkutan. Jika sedang ada promo dan bukan masa liburan, kita bisa mendapatkan tiket kurang dari Rp 500 ribu.
Untuk penerbangan dari Jakarta menuju Balikpapan berkisar Rp 500 ribu – jutaan rupiah, bergantung maskapai dan kelas yang diambil, juga jadwal pembelian tiket. Keuntungan mengambil penerbangan tidak langsung adalah kita bisa mengambil promo dari maskapai penerbangan yang berbeda, karena maskapai penerbangan Jakarta-Balikpapan jauh lebih beragam daripada Jakarta-Berau. Keuntungan lainnya, kita bisa juga jalan-jalan di Balikpapan dahulu sebelum pergi ke Berau. Namun jika ingin menghemat waktu, bisa juga langsung mengambil penerbangan Jakarta-Berau, meskipun pesawat pasti akan transit dahulu di Balikpapan.
Setahu saya, untuk ke Berau, biasanya hanya dilayani maskapai dari Balikpapan atau Jakarta. Jadi sebaiknya mencapai kedua kota ini lebih dahulu.

b.      Darat
Menuju Berau lewat darat bisa menggunakan transportasi mobil pribadi atau travel. Dulu pernah ada bis dari Balikpapan menuju Berau, namun karena kondisi jalannya yang rusak parah khususnya di musim hujan, armada bis tersebut tidak beroperasi lagi. Namun mobil travel berupa kijang yang sudah dimodifikasi sepertinya masih beroperasi. Jika ingin menggunakan transportasi darat, hal yang harus dicermati adalah ketersedian waktu, transportasi dan musim. Jika memiliki waktu yang panjang, (minimal 2-3 hari jika musim kemarau dan bisa sampai seminggu di musim penghujan) dan berjiwa petualang yang tinggi, transportasi darat bisa digunakan. Pilihan ini lebih murah daripada naik pesawat namun waktu yang dikorbankan jauh lebih lama. Alternatif terbaik yang bisa digunakan jika memutuskan untuk menggunakan transportasi darat adalah di musim kemarau. Lama waktu yang ditempuh untuk menuju Berau melalui jalan darat di musim kemarau kira-kira 2-3 hari, jauh lebih aman daripada di musim penghujan yang mungkin bisa mencapai seminggu.
Jadi pikirkan baik-baik hal ini sebelum memutuskan, di musim apa anda berangkat? Berapa waktu yang anda miliki? Seberapa tahan fisik anda? Jika anda berpikir siap, silahkan ambil pilihan transportasi ini. Biasanya harganya sekitar Rp 250-300 ribu (di pertengahan tahun 2012) untuk sekali jalan.
Saran saya, jika Anda tidak punya banyak waktu dan bisa mendapatkan tiket promo, naik pesawat saja, J.

Berau-Tanjung Batu
Setelah mencapai Berau, perjalanan masih belum selesai. Kita harus pergi ke Tanjung Batu, pelabuhan kecil yang digunakan untuk menyebrang ke Derawan. Dari pusat kota Berau ke Tanjung Batu memakan waktu sekitar 2-2.5 jam. Untuk menuju Tanjung Batu, anda bisa naik Taxi, yaitu sebuah mobil travel yang sistemnya menjemput penumpang. Anda bisa menghubungi salah satu driver untuk dijemput di tempat anda berada atau anda menunggu di beberapa titik yang dilewati jalur taxi ini. Biayanya tergantung starting point Anda. Jika anda dari Bandara, harga satu kali perjalanan Rp 75ribu, jika anda dari pusat kota Berau biayanya sekitar Rp 50ribu (2012). Pintar-pintarlah menawar, jika anda rombongan dan berminat menyewa satu mobil, bisa jadi lebih murah.
Saran saya, hubungi taxi ini saat anda sudah sampai di Berau supaya Anda bisa dijemput. Bisa jadi taxi penuh, apalagi di musim liburan. Perhatikan pula jadwal kedatangan Anda di Berau, biasanya taxi ini tidak beroperasi setelah magrib.

Tanjung Batu-Derawan
Setelah sampai di Tanjung Batu, Anda bisa naik speedboat kecil berisi 4 orang. Jika anda rombongan, mungkin ada bisa langsung berangkat. Namun jika anda sendirian, anda harus menunggu penumpang lain, minimal dua atau tiga orang, jika anda tidak mau menyewa satu speedboat. Biayanya Rp 50ribu (2012), itu harga sebelum BBM naik di tahun 2012. Perlu anda perhatikan, harga BBM di daerah kepulauan jauh lebih mahal daripada di kota. Jarak tempuh Tanjung Batu-Derawan adalah sekitar 20-30 menit.
Biasanya pada malam hari, khususnya di masa angin kencang, speedboat sudah tidak beroperasi. Anda harus menunggu sampai pagi. Saran saya, apabila ingin mengutamakan keselamatan, tunggu saja sampai pagi jika anda sampai kemalaman di Tanjung Batu. Di sekitar pelabuhan ada penginapan. Jika tidak mau menginap, rasanya bisa menunggu saja di sekitar pelabuhan, atau jika nekat pergi bisa juga langsung menyebrang jika ada driver speedboat yang mau mengantar. Jika tidak mau menunggu dingin-dingin di pelabuhan, namun tidak punya biaya untuk sewa penginapan, nebeng saja di rumah penduduk atau mungkin di rumah Pak driver taxi nya, J. Saya dulu begitu, hehe.
Kalau sudah sampai Derawan, bersyukurlah. Anda bisa menghubungi penginapan/pemandu Anda, atau langsung tancap cari alamat sendiri. Ada banyak tipe penginapan di derawan, dari yang resort mahal, penginapan menengah, losmen biasa, homestay atau beneran homestay di rumah penduduk. Tinggal pilih saja sesuai budget, kebutuhan dan tujuan.
2. Tarakan
Tarakan merupakan salah satu kota besar selain Balikpapan di Kalimantan Timur. Akses ke Tarakan juga bisa melalui pesawat, jalur darat, bahkan jalur laut.
Untuk sampai di Tarakan, anda bisa naik pesawat. Anda bisa ambil jalur dari Jakarta atau Balikpapan, tidak jauh berbeda dari rute Berau. Jika sudah sampai bandara Tarakan, anda bisa pergi ke pelabuhan Tarakan lalu naik kapal menuju ke Derawan. Perlu diketahui, tidak ada kapal kecil yang melayani perjalanan Tarakan-Derawan, semuanya adalah kapal menengah. Jadi jika Anda sendirian, berpikirlah masak-masak, mungkin bisa join ke grup lain yang mau berangkat. Pintar-pintarlah mencari teman.
Pelabuhan Tarakan adalah pelabuhan yang cukup besar, ada banyak kapal yang berlabuh di sini, mulai dari Kalimantan (Samarinda), Sulawesi, atau Malaysia. Anda juga bisa mengambil jalur laut untuk sampai ke Tarakan, namun jauh lebih lama dari pada pesawat. Dan siap-siaplah dengan gelombang lautnya.
Jarak tempuh Tarakan-Derawan bisa mencapai 3 jam. Lebih jauh daripada Tanjung Batu-Derawan. Jadi jika anda mudah mabuk laut, persiapkan diri anda baik-baik jika menempuh jalur ini.
Jika Anda pergi rombongan, saya sarankan Anda ambil jalur Tarakan, karena tiket pesawat ke Tarakan jauh lebih murah daripada ke Berau. Dan karena rombongan, anda bisa sewa satu kapal menengah yang bisa diisi 20-40 orang. Jika datang di musim liburan atau saat weekend, ada banyak rombongan yang akan pergi ke Derawan, anda bisa pintar-pintar untuk join dengan mereka.



SETELAH SAMPAI DI DERAWAN

Ada berbagai macam penginapan di Derawan. Anda bisa pilih dari yang murah sampai yang mewah. Bisa juga menginap di rumah penduduk, jika budget sangat minim. Untuk anda yang menginap dalam waktu yang lama >1 minggu, biasanya penginapan akan memberikan harga yang berbeda. Jadi utarakan maksud anda sejak awal jika mau mendapat potongan khusus.
Makanan di Derawan bervariasi, ada yang murah ada yang mahal. Jika anda makan di warung jawa atau warung makan biasa, harganya tentu lebih murah daripada di rumah makan yang lebih besar yang biasanya jadi favorit turis asing.
Setiap malam, anda bisa keliling pulau untuk melihat penyu bertelur. Tapi ingat, jangan berisik dan sebisa mungkin minimalkan cahaya. Tidak perlu norak untuk foto-foto heboh dengan blitz dan membuat penyu risih. Hampir setiap malam, ada penyu yang bertelur di Derawan. Silahkan hubungi penginapan atau penduduk lokal, atau tinggal keliling saja di malam hari sekitar BMI, pasti nanti ada petugas yang sedang memantau penyu.
Perhatikan baik-baik, kapan anda sampai di Derawan. Apakah gelombang sedang bersahabat? Saya belajar dari pengalaman, jika anda datang di masa angin kencang dan gelombang, yang mau antar anda ke pulau lain juga akan pikir-pikir dulu kecuali drivernya nekat.
Di derawan sendiri anda bisa snorkeling atau diving. Tempat yang cukup popular untuk snorkeling tanpa harus menyewa boat adalah di sekitar BMI atau Derawan Dive Resort. Anda juga bisa menyewa boat untuk ke lokasi yang lebih jauh dan tentunya lebih cantik, tapi anda harus meronggoh kocek lebih. Anda bisa menyewa kapal di kisaran Rp900ribu-2juta (tahun 2012) bergantung ukuran kapal, jumlah pulau yang didatangi, dan lamanya perjalanan (apakah menginap atau tidak di pulau lain).
Penghematan budget ini bisa disiasati dengan mengambil paket travel lokal. Anda juga bisa memanfaatkan untuk join dengan grup/orang lain yang mau pergi. Ini bisa menghemat biaya, mengingat pergi ke pulau lain tentu tidaklah murah bagi sebagian orang. Anda bisa melihat dan berenang bersama ubur-ubur tak bersengat di Pulau Kakaban. Atau ke Pulau Maratua dan Sangalaki untuk melihat penyu dan pari manta.

Selamat berjalan-jalan!